
Sahabat Yang Paling Setia menemani Hari2 kU DI SAat Aqww Merasa Kesendirian Your Best Friend Chy-Ca,Naiidah,Accul,Varied,Dauzt,Pammi,Indra.Sh,DLL


habat, aLexieL cuman punya 2, kta saLing percaya, dengerin ap pendapat n saran each other, seLaLu share cerita, nurut kLo dibiLangin yg utk kebaikan, dLL...pdhaL kta beda p
ersonaLity n jarak jauh...yg satu di BaLi, yg satu di Korea n aq di Singapore...bahkan my best fren yg dBaLi dL pas SMP tu rivaL besar aq, kta saLing benci gt...yg namany jodoh, mo gmn pun pasti ga akan kmn, km pasti nemuin sahabat km waLopun di sikon yg ga km tebak...=)
ya mudah kok. Yaitu mau menerima saya apa adanya dan mau saya ajak bicara / komunikasi, serta mau saya minta bantuan jika saya kesusahan (Otomatis saya juga akan membantu dia kalau dia kesusahan).
ksnya pas di kuliah ini......
il tentang kita. Ada juga yang bilang sahabat itu kalau kemana-mana selalu bareng. Tetapi salah satu sahabat saya bilang, sahabat itu adalah teman dalam suka dan duka, tapi tahu batas dimana s
uatu saat ketika teman dapat masalah, kita harus membiarkan dia mengatasi
masalahnya sendiri agar teman tersebut tumbuh lebih matang dan mandiri.
baik? Apa saya pantas disebut sahabat? Karena saya menganggap sahabat adalah orang yang bisa melihat kita dari hati ke hati, bukan karena tampang, materi, latar belakang, pendidikan dan lain-lain.
emang jarang menanyakan hal-hal yang berbau privacy ke sahabat-sahabat saya. Saya lebih sebagai pemberi masukan dan penerima keluh kesah sahabat-sahabat saya. Bukannya saya orang yang nggak peduli dan nggak mau tau, tapi menurut saya persahabatan bukan dinilai dari sedalam apa kita tau tetek bengek orang tersebut, melainkan sedalam apa kita memahami orang tersebut. Saya sudah ngerasain pahitnya persahabatan ketika saya bilang dia sahabat saya, ternyata dia hanya memanfaatkan apa yang saya punya dan lain-lain. Ketika saya sedang jatuh, dia malah meninggalkan karena merasa ga ada yang bisa diberikan oleh saya.

tu hari saya meyatakan A adalah sahabat saya. Ketika A ditanyakan, siapa sahabat kamu, A menjawab B, C, D, namun tidak menyebutkan nama saya. Dari sini saya mencoba memikir ulang. Apakah saya bukan termasuk sahabatnya? Apa saya bukan sahabat yang baik? Hal ini sering terbesit dalam pikiran saya Teman s
aya banyak. Saya pergi dengan teman-teman yang berbeda. Namun apakah mereka adalah sahabat saya? Karena terkadang teman untuk hang out berbeda dengan sahabat.
nan itu pada dasarnya dari ikatan hati. Ga bakal ilang walaupun dimensi jarak memisahakan kita. Kita harus mengkui bagaimanapun juga kita ga bisa menghilangkan dia dari hati kita. Dan tanpa teman, kita ga akan seperti sekarang ini.Cerita Indah Anak Siigma
Hati lagi seneng
, barusan dapat kabar teman lama yang udah beberapa tahun nggak ketemu. Pas ada telp masuk dari Interlokal, mulanya aku cuekin saja. Biasa, kalau nggak kenal nomornya jarang dech mau angkat telp masuk. Kecuali hatinya lagi baik hehehe…
Kali inipun gitu, sampai 5 kali baru aku angkat. Pikirku koq ini pemanggil nggak jenuh juga… padahal ngga diangkat panggilannya.
“Assalamu’alaikum… “ sapaku penasaran.
“Wa’alaikumsalam…” jawab dari seberang. Deg! suara cowok, siapa nih mana belom pernah denger suaranya lagi.
“Hai nduk, kepiye kabare?” kata si penelphon.
Nduk? Siapa pula yang masih suka memanggil aku dengan panggilan itu? Paling mba Wina aja yang suka panggil begitu. Karena mba Wina sayang sama aku seperti adiknya sendiri. Dan panggilan itu hanya aku dapatkan dari orang-orang yang dekat denganku. Yang masih memanjakan aku seperti anak kecil. Itupun bisa dihitung dengan jari selain Ayah, Ibu dan semua kakakku.
“Alhamdulillah… kabar baik. Tapi maaf ini siapa yah?” tanyaku penasaran.
“Walah… walah… Hongkong udah bikin kamu melupakan Kakangmu rupanya?”
Kakang? Waduh! Siapa lagi nih.
“Siapa seeehhh… “ ngga sengaja merengek juga. Halah… suer ngga sengaja.
“Wah, lupa beneran to Jeng?”
“Iya” jawabku ngga sabar.
“Aku… kang Pras, inget nggak? Magelang oiii”
“A….. kang Prasetyo?” pekikku kegirangan. Sambil meloncat-loncat seperti dapet lotre hehehe (kata temenku sich)
“Haiyah, ojo kenceng-kenceng aku kaget ini loh”
And than bla bla bla… ngobrol ngalor ngidul. Ternyata Kang Pras di Jepang, kuliah sambil kerja ceritanya. Tinggal bersama satu putra berusia 4 tahun dan satu istrinya (yang ini pasti, Kang Pras anti poligami soalnya hehehe).
Hore… kutemukan sahabat lama, kakak sekaligus saudara angkat yang sudah bagaikan saudara kandung. Hampir 5 tahun tak menjumpainya. Terakhir ketika aku cuti pertama dulu hadir dipernikahan beliau. Meski sudah lama tak ada kontak, ternyata kang Pras masih menganggapku adiknya seperti dulu. Beliau mencari nomor kontakku dari teman-temanku yang ada di Gejayan, Adi Sucipto, Condong Catur sampai Babarsari (semua wilayah Jogja). Dan akhirnya ketemu di Pringgodani, sama Dewi temanku.
Waduh… jadi terharu, malu dan seneng… banget. Harusnya aku yang lebih muda yang mencari kabar beliau. Kang Pras 5 tahun lebih tua dariku. Kenal dan bersahabat sejak di Jogja tercinta. Akhirnya obrolan berakhir ketika pulsa kang Pras habis. Dan lanjut di YM
Menurutku tiga kata tersebut pengertiannya sangat berbeda. Perbedaannya pada adanya ikatan atau tidak. Kalau persahabatan, menurutku adalah pertemanan antara sesama jenis atau lawan jenis yang tingkatannya lebih tinggi dari sekedar teman. Hubungan persahabatan lebih intens dari pertemanan. Hampir mirip dengan hubungan persaudaraan. Terkadang, ada orang yang bersahabat sangat dekat sampai kemana-mana bareng. Tapi ada juga yang bersahabat dengan hati. 

